Kalo Ustadz Jadi Caleg

Kayanya semakin banyak yah?
Gimana jadinya ya?

Kalo profesi emang bisa dobel yah?
Terus kalo dobel apa kepegang tuh 2-dua nya?
Terus kalo jadi anggota DPR siapa yg menasihati ummat?

Apa tugas DPR dan ceramah dapat dilakukan secara bersamaan?
Padahal, anggota DPR sudah punya jam kerja dan tugas2 yang telah diberikan untuk mensejahterakan rakyat serta gaji yang tentunya lumayan untuk ukuran manusia.

Jadi Ulama sajalah atau Jadi Politikus sekalian.
Nggak usahlah Ulama mau ikut2an jadi politik apalagi artis.

Apa karena hanya sekedar ikut2an?
ingin memperoleh masa depan yang lebih baik?
Mencoba peruntungan dari ketenaran sebagai seorang Ustadz?
Lalu mengambil keuntungan?
Atau ingin beralih profesi sebagai politikus??

Kira-kira apa yang ada didalam benak mereka ya?
Siapa tahu? Adakah yang tahu?

6 Tanggapan to “Kalo Ustadz Jadi Caleg”

  1. anwar aris Says:

    asalkan USTAD bukan UruSan barang murTAD, pasti bisa melakukan perbaikan.

  2. sabelt Says:

    he he he ada ada nie bro
    tp d daerahku di kediri banyak juga tuch yang mencalonkan jgagagagagagagag
    d daerahku malah banyak banget kyai gede yang photonya di pajang pinggir jalan he he he
    thanks ya dah mo berkunjung k mig33net
    salam kenal from hacker-bikers

  3. Pencerah Says:

    hidup adalah pilihan, termasuk mau jadi ustad atau anggota DPR

    Sulaimanzi:
    Bener pak, Tapi pilihan yang tepat untuk mereka adalah menjadi ulama, bukan anggota DPR.

    Mereka adalah ustadz dan ustadzah yang menasihati ummat, ketika ummat jatuh ulama lah yang membimbing mereka, ketika moral mereka merosot, ulama lah yang memperbaiki mereka.

    Tetapi ketika ulama menjadi anggota DPR, siapa yang menasihati mereka, membimbing mereka, apakah para insinyur, tukang sayur, atau kuli bangunan yang belum mengenal agama mereka dengan sempurna? lalu siapa lagi?? Biarlah ustadz dan ustadzah tetap menjadi ulama dan tidak perlu mengurusi pemerintahan, agar ummat mereka tetap berada dijalanNya. agar negeri ini makmur serta bermoral. Terima kasih.

  4. boy nashruddin agus Says:

    Susah juga ya bos…Kala Ustadz harus berpolitik gimana jadinya. Tapi, ada juga nampaknya yang bisa tuh…macam ustadz2 dari partai islam…entah berhasil atau tidak?

  5. Zoe Says:

    Ane ada cerita nih…

    Ada tuh, ustadzah yg sering ngajar ditempat nenek ane. Entah karena apa, itu ustadz nyalonin jadi anggota legislatif. Jemaah pengajian itu tau klo itu ustadz pengen jadi calonn karena setiap ada kesempatan, dia promosi untuk nyuruh milih dia dalam pemilu legislatif. Bagusnya itu ibu2 tau mereka nggak kehilangan akal. Mereka mikir: “kalo ustadzah jadi anggota legislatif terus siapa yg ngajarin kita? yg ngebimbing kita siapa?, kita mau nanya2 sama siapa??……..” Karena blom pada tau penggantinya siapa yg cocok seterusnya. ibu2 pada bingung, masa jadi nggak ada pengajian gara2 ustadz kita naek jabatan?.

    Ane denger ky gitu langsung sadar… kenapa? kenapa bisa begini??
    Apa yg ada dalam benak ustadz2 itu hingga ia berani meninggalkan ummatnya?
    Apa mereka tidak sadar, kalo disekelilingnya masih banyak yg membutuhkan nasihat2nya? ilmu2nya? petuah2nya??

    Lalu mau dikemanain moral anak2 kita, remaja2 kita, ibu2 – bapak2 kita??……….

  6. RioAp Says:

    ane jg ada cerita.
    ada ustadzah yang masuk dilegislatif sejak 2004. Sebelum jadi aleg beliau sering mengisi ceramah dan mengajar di daerahnya. Ketika satu partai mengangkatnya jadi caleg untuk daerah pemilihan sekitar tmpt tinggal ustadzah itu, dia nggak terlalu memikirkan seperti caleg2 lain yang yang promosi gembar-gembor, tetap seperti biasa. Lalu bagaimana kampanyenya? Nilai plusnya, orang sudah tau beliau siapa kelebihan dan kekurangannya. Dengan secara ikhlas orang yang mengenal ustadzah melalui pengajian memilihnya, sampai ustadzah itu jadi aleg 2x. Coba cari deh beritanya ustadzah yang selalu bilang, untuk kampanye itu tidak selalu dengan duit. Selama jadi aleg, kegiatan dakwah tidak berhenti, kegiatan mengabdi pada bangsa dan negara juga ga ditinggalin.
    Masih banyak cerita ustad yang aleg itu ketika bekerja mengejar dunia tanpa melupakan urusan umat yg lebih penting. Ada kan yang difilmin juga tuh.
    Kalau dibilang ustad atau ulama ga boleh masuk ke legislatif, sama aja kita bilang ulama atau ustad ga boleh jadi programmer pilot dokter atau presiden. Sekuler dong!?
    Ibnu Sina, Ibnu Hajar dan masih banyak lagi, mereka adalah ulama tapi tetap serius menekuni bidangnya masing-masing.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: