Bid’ah

Sesuatu yang terdengar menarik ditelinga saya.

Sesuatu yang masih sebagian orang terlalu menganggap bahwa sesuatu itu haruslah berdasarkan pada pendahulunya.

Sesuatu yang menyebabkan seseorang tersebut lalai dalam mengerjakan amal ibadah kepada Allah swt.

Lalu? apa sih arti bidah itu?
ini menurut pendapat saya yang saya baca dari berbagai artikel dimana2. Bidah itu adalah sesuatu yang baru yang tidak ada dan tidak pernah dilakukan pada jaman dahulu kala ketika rasul dan sahabat nabi masih ada.

Sekarang? apa sekarang??
Kalo sekarang orang sering menganggap sesuatu itu bidah mungkin dikarenakan adalah hal2 sebagai berikut:

  1. Orang itu belum mengetahui.
  2. Orang itu belum mempelajari secara mendalam agamanya.
  3. Orang itu terlalu mengikat dan terikat.

Pada pilihan 1 dan 2 terdapat perbedaan arti yaitu belum mengetahui; adalah orang yang sama sekali belum mengetahui akan agamanya. sedangkan yang ke-2; adalah orang yang sudah tau tapi belum banyak mempelajari agamanya secara mendalam, secara umum mereka hanya tau ‘kulit’ luarnya saja.

Saya mungkin adalah orang yang berada pada pilihan ke 4. Tidak ada?? benar, saya tidak berada pada nomer 2 maupun nomer 3 karena saya belum banyak mempelajari agama dan saat ini pun saya sedang mempelajari agama dengan mengaji di pengajian musholla dekat rumah. Sedangkan di nomer 3 saya tidak mengarah ke situ, karena mereka selalu terikat dan mengikat. Tau kenapa??

Saya jelaskan sedikit. Orang yang terikat selalu percaya bahwa sesuatu itu harus ada bukti dan kenyataan. tanpa kedua hal tersebut mereka sama sekali tidak mau patuh terhadap apapun. Sedangkan arti mengikat mereka sengaja mengikat diri mereka terhadap ketentuan2 yang sudah berlaku pada aturan2 mereka. Tidak mengerti?? tak perlu cemas saya pun tidak mengerti.

Oke, kembali ke topik! bidah, yang kalau saya dengar di kehidupan sehari2 dalam keagamaan saya merasa tergelitik. karena mereka ngomongin bidah seolah2 mereka tidak mau apa2 dan tidak ingin melakukan apa2. sedangkan mereka sendiri melakukan hal2 yang baru tersebut.

Contohnya: Handphone. apakah hal tersebut sudah ada di jaman Rasulullah? bagi saya yang hidup di jaman sekarang ini, saya tidak tau pasti apakah benda itu sudah ada atau belum. Tapi kalo kita lihat sejarahnya disana tidak disebutkan benda itu digunakan oleh para sahabat untuk komunikasi dg orang lain antar kota. Contoh lain: Televisi, Komputer, Printer dan lain2 yang dapat kita lihat di kamar kita sekarang ini. Apakah teknologi canggih seperti itu ada di jaman dahulu?

Kalau saya pikirkan, yang mereka maksud dengan bidah adalah hal-hal yang tidak dilakukan oleh Rasulullah dan sahabat, dan hal2 semacam itu  mereka tidak akan pernah melakukannya hingga Rasul melakukannya. bahkan, amalan pun yang jelas2 dapat menguntungkan mereka di akhirat nanti, mereka tidak akan pernah lakukan kalau baginda Rasulullah tidak melakukannya.

Sudah menangkap apa maksud saya?
Ya Anda benar! Sekarang ini, tidak ada seorang pun yang tidak memiliki handphone khususnya kaum muda yang sering berorganisasi maupun yang sering komunikasi jarak jauh, pasti memiliki alat ini. Pertanyaan saya: Apakah Rasulullah dan sahabat menggunakan handphone??

Jawaban yang sangat lucu sekali. Mereka mengagung2kan pernyataan bidah seolah2 mereka mematuhi apa2 yang sudah ada, aturan yang mereka telah buat sendiri. Sedangkan, kalian sudah tau apa maksud saya. Mereka memakainya!!

Sekarang, kalau saya baca seseorang mempostingkan sesuatu entah itu email, milis, atau forward email berbau dan kalimat bidah yang digunakan penulis untuk hal2 tersebut (khususnya dalam meningkatkan keimanan dan amal kepada Allah swt)

Terdengar geli di telinga saya. Kenapa mereka masih kolot?? Apakah gelar Sarjana tidak cukup untuk mematangkan pikiran mereka??.

Iklan

8 Tanggapan to “Bid’ah”

  1. Awam Says:

    Mas Zoe,
    mohon maaf, kayaknya anda bukan yang ke 4 tetapi yang ke 0, yaitu merasa mengetahui segalanya.
    pertama harus jelas dulu terminologinya. contoh : “Munafik” kata munafik menurut pemahaman sebagian besar orang adalah lain dimulut lain dihati, lain dikata-kata lain diperbuatan, sehingga orang yang tidak mau berbuat maksiat atau mengatakan tidak mau berbuat maksiat padahal hatinya ingin juga disebut munafik ( alaaaahhhh… munafik luh padahal elu juga mau …., begitu kira-kira bunyinya).
    Kembali ke Bid’ah, sebelum anda menyimpulkan coba cari lagi keterangan tentang apa itu sebenarnya yang namanya bid’ah?, sejauh mana ruang lingkupnya?, bagaimana kaidahnya ?, kalau tidak demikian anda sama saja seperti mereka yang sedikit-sedikit bid’ah sedikit-sedikit bid’ah yang membuat telinga anda geli.
    Saya ada satu kunci, yang silahkan juga anda cari kebenarannya, satu kaidah ushul ” pada dasarnya semua ibadah adalah diharamkan kecuali yang diperintahkan dan pada dasarnya semua makanan adalah halal kecuali yang dilarang”.

  2. Zoe Says:

    Ya, mungkin saya memang sok tahu dan merasa mengetahui segalanya. makanya saya menuliskan masalah ini di blog saya berdasarkan pikiran saya yang saya tangkap dari kehidupan saya pribadi.

    Untuk definisi, dan unsur2 lainnya saya sudah berusaha mencari melauli internet, disana disebutkan bahwa: penggunaan handphone seperti yg telah saya sebutkan diatas itu dibolehkan. dan untuk masalah agama memang ada diberikan beberapa penjelasan mengenai hal tersebut.

    kaidah ushul yang antum berikan, perasaan waktu itu ustadz ane pernah berkata juga kalau ibadah yg tidak ada dasarnya jangan dilakukan (sunnah). dan lain sebagainya.

    terima kasih.

  3. triejoenoe Says:

    Bid’ah adalah tata cara beragama yang tidak ada tuntunannya oleh rasul dan shahabat mas…
    lha klo telpon…????
    weleh…..weleh…ya gak ada hubunganya to mas..??
    klo pingin tahu apa sebenarnya bid’ah..?? harus belajar pada yang bener2 tahu hadist dll…
    jangan menyimpulkan sendiri…
    maaf…..saya masih dangkal ilmu..jadi gak bisa banyak komentar

  4. Zoe Says:

    oke, terima kasih atas komentarnya mas triejoenoe

  5. ahmad cahyo Says:

    yang saya tahu, bid’ah adalah ajaran agama yang baru, yaitu pada jaman rasulullah tidak diajarkan, tapi jaman sekarang ada. seperti memperingati kematian sasaorang, 4o hari 100 hari, 1000 hari dll. kalau masalah duniawi seperti handphone saya rasa itu bukan bidah, saya beritahu, klo soal dunia tanya larangan, tp klo soal ibadah/agama tanyalah perintahnya,,,,,,

    itu sja yang saya tahu…..
    semoga anda mengrti.

  6. Zoe Says:

    1-7 hari, 14 hari, 40 hari, 100 hari, 360 hari, 1000 hari, dll. klo menurut ane itu bukan memperingati. Tapi lebih ke arah mendo’akan si mayit agar mendapatkan ampunan di alam kubur dan mudah-mudahan mendapatkan syurga melalui do’a para ahli warisnya, keluarganya, maupun para tetangganya.

    Mengenai Handphone, saya agak lebih paham sedikit. Terima kasih atas koreksinya.

  7. Galank Says:

    mari saling mengingatkan dengan cara yg lemah lembut..

  8. Soe Popeyee Says:

    maksudnyaaaa/………………………….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: