Perubahan

Ada kalanya suatu perubahan menyenangkan suatu pihak dan adapula perubahan dapat meresahkan pihak lain. Seperti yang saya alami saat ini, teman saya laki2 kelahiran ’88 yang sudah menjadi teman akrab saya selama +/- 7 tahun berubah drastis!!!. Awal perkenalan ketika masih belum kenal dulu tidak seperti sekarang ini. Ia memiliki sifat seperti kebanyakan warga asli lainnya;

– pemalu tapi tidak terlalu.
– suka bercanda.
– tidak mudah marah, ia dapat marah hanya karena masalah besar, masalah kecil ia anggap angin lalu.
– jujur.
– apa adanya.
– tidak pernah membuat orang lain sakit hati.
– sensitif banget, jadi kalo kenapa2 nih gw takut aja bikin die marah.

Tapi sekarang? ia menjauhi semua sifat diatas dan berubah total 180o. Kalau tidak salah ia berubah menjadi seperti sekarang ini karena pengaruh teman2 di lingkungan kampus ketika ia kuliah dulu, waktu itu ia sempat kuliah di salah satu universitas (institute) tidak terlalu terkemuka di Jakarta bahkan cenderung ‘mencari’ mahasiswa.

Ketika ia masuk kuliah dan menekuni perkuliahannya selama 1 tahun. Saya udah mulai ngerasain perbedaan yang ada pada dirinya waktu itu karena kita masing2 kuliah jadi tidak sempat saling tegur sapa lagi ke rumahnya dan bermain2 di rumahnya, meski kita masih menyempatkan diri untuk saling berkunjung ketika lebaran, dan hari2 besar lainnya untuk sekedar melepas kangen.

Rumah kami tidak terlalu jauh, hanya dipisahkan oleh sebuah jalan yang melintasi halaman depan rumah kami. maka itu, saya sering kali bermain di rumahnya ketika waktu perkuliahan saya habis atau sekedar melepas lelah sehabis kuliah. dan Biasanya ia tidak ada dirumah dikarenakan ia juga kuliah pada saat yang sama.

Selepas satu tahun perkuliahan dan memasuki ajaran baru (semester genap). Ia tidak lagi meneruskan kuliahnya dikarenakan ia tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap kampusnya dan karena pengaruh teman2nya juga yang ingin pindah dari kampus tersebut. Akhirnya ia ambil keputusan untuk tidak lagi meneruskan perkuliahan yang seharusnya ia jalani selama 3 tahun dan mendapat gelar S1 nya tapi ia hanya mendapat gelar D2 saja (formalitas).

Setelah ia tidak lagi berkuliah, ia menjadi pengacara (pengangguran banyak acara). kadang ia singgah dirumah saya untuk bermain, sekedar menyapa dan mempererat tali silaturahim dengan keluarga kami. Oh iya, keluarga kami sudah saling mengenal satu sama lain. bahkan kalau disilsilahkan, kelurga kami masih satu keluarga jika diurutkan teruuuus keatas, karena jika dilihat2 ia memiliki besan yang terkesan sama (saudaraan) dengan saya, dan juga memiliki nyai yang sama2 kami kenal juga, meski saya tidak kenal tapi orang tua saya kenal.

Nah, ketika ia menjabat sebagai pengacara selama kurang lebih 1 tahunan, sikap yang ia tunjukkan sedikit demi sedikit menjadi keras terlihat, karena waktu ia masih kuliah memang sudah terlihat tapi saya biarkan saja dan saya anggap: ah mungkin ia sudah dewasa dan akan mencari yang lebih baik dari sikap yang selama ini ia tunjukkan ke saya.

Sikap yang saya anggap aneh dimata saya itu adalah ia mulai merokok, satu hal yang perlu anda ketahui bahwa rokok adalah suatu hal yang belum sama sekali tersentuh dalam lingkungan pergaulan kami semasa2 SMP dan SMA dulu. dan ketika memasuki dunia kampus dunia mahasiswa teman2 kami sudah ada yang memulainya 1,2,3 orang pun sudah terkena dampak dari rokok tersebut. Tapi masih ada sebagian dari kami yang masih perkumpulan teman2 sejak kecil, tidak tersentuh sama sekali dengan yang namanya rokok. Alhamdulillah memang karena Alloh masih memberikan kesehatan kepada kami.

Sikap yang kedua; ia mulai berpacaran, bukan hal aneh memang karena waktu SMP dulu teman kami pun ada juga yang berpacaran dengan teman sekelasnya, meski saya juga merasakannya, ups! hehehe tapi gak lama koq namanya juga cinta monyet hehehe.

Sikap yang ketiga; ia mulai berbohong, Kalo bohong ini semua orang bisa dan memang sudah biasa dikalangan orang lain, tapi kami lingkungan sepermainan kami yang anggotanya +/- 20 orang tidak pernah satupun diantara kami ini ada yang berbohong, kalo bohong paling hal2 yang nggak penting dan memang tidak usah diambil pusing. Sekarang? ia sudah mulai membuat saya gerah dengan segala kebohongannya yang ia lakukan terhadap saya, mungkin ini ia lakukan hanya terhadap saya saja. Terhadap teman lainnya mungkin ia tidak berbohong karena saya tidak selalu memantau terus kegiatannya sehari2. Kenapa hanya terhadap saya saja ia seperti ini? nanti akan saya jelaskan dibawah.

Sikap yang keempat; Sensitifnya udah keterlaluan! Kalo orang sensitif itu malah suatu nilai tambah bagi kepribadian seseorang. nah kalau sensitinya itu udah kelebihan yang misalnya nih: Kalau diajak bercanda nih, kalau orang kan ya namanya becanda kan ya.. pastinya lucu dan menghangatkan suasana kalo misalnya udah keterlaluan nah baru itu bukannya becanda lagi namanya. Kalo die diajak becanda ya ada seru nya juga sih, tapi malah kebanyakan lontaran sensitifnya dia itu yang bikin kalo kita becanda jadi rada gimana gitu gak enak aja rasanya. Makanya kalo becanda ama dia seringkali mesti kita dulu yang bilang “gak becanda…” kan males banget orang cuma becanda koq pake bilang2 kayak gitu??

Sikap yang kelima; Udah mulai ada jarak sama gw. Wess bukan itu bukan.. maksudnya, waktu dulu gw tuh sering banget jalan sama dia, becanda bareng, makan bareng, ketawa2 bareng. ibaratnya tuh, kita udah satu tubuh, saling menghangatkan satu sama lain dan melengkapi satu dengan yang lainnya. eh, jangan pikiran yang nggak2 nih ya, kalo kita kan sesama muslim tuh bersaudara. itu perumpamaannya itu udah pernah gw rasain! nikmat banget emang punya temen kayak gitu. mungkin jarang banget ada yang punya teman seperti persahabatan gw selama ini dengan teman saya itu. dan gw bersyukur banget udah dikasih nikmat sama Alloh dengan mempertemukan gw dengan teman saya itu.

[Dah cukup, segini aja]

Sekarang kita beralih ke permasalahannya kenapa dia jadi bersikap begini sama gw. Awal kejadian, waktu itu diawali dengan masa-masa ia memiliki gebetan atau yang biasa disebut apa ya pacar kali?? tapi gini bukan pacar dalam artian yang sesungguhnya. maxudnya die tuh pacaran jarak jauh namanya apa ya.. ooo Long Term Relationship/Hubungan Jarak Jauh [kayak SLJJ aja!] ia jadi gini, dia tuh kenalan sama cewek tapi gak pernah ketemuan! tapi masing2 udah ngirimin foto mereka berdua, jadi meski gak pernah saling melihat tapi udah pernah ngeliat wajah2 pemilik nomer yang ada di layar HP nya.

Nah… waktu itu sempet ia menginap beberapa malam di rumah gw, dikamar gw ia tuh sering banget nelpon2 [biasa… manfaatin yang gratisan.. kan masih ada promo ngobrol gratis selama 6 jam dari jam 12 malam sampe jam 7 pagi, gitu bukan ya??] ceritanya dia tuh nginep dan nelpon2 sampe pagi. yaa sebagai teman, kita ada dong becanda2nya. nah gw ceritanya ngegangguin dia lagi nelpon2 dan rupanya si cewek itu ngerespon juga!

aduh capek nyeritain nya, panjang banget manehan laper lagi. aaa
kapan selesainnya ya. postingan yang kemaren blom dikelarin. eh sekarang udah posting baru lagi blom kelar juga lage. aaa bodo ah… manehan tugas dari dosen banyak banget lagi. mesti dikumpul besok pagi! au ah.. yang penting gw udah lega… lega.. legaaaaaaaaaaaaa….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: