Lebih Baik Diam!!!

Lebih Baik Diam!!! Jika engkau Tidak Mengetahui!!!

Udah beberapa hari ini gue mengamati sebuah blog yang menyinggung masalah Islam, tapi rada aneh, dari judulnya udah aneh menggabungkan beberapa kalimat yang menuju kepada berbagai macam agama dengan objek hanya seorang manusia.

Dilihat dari siapa penulis tersebut, dari blognya (menurut saya) tidak ada identitas dari siapa penulis tersebut. ketika ada seseorang yang memberi komentar dan bertanya siapakah gerangan yang menulis artikel ini? dijawab oleh yang mpunya blog dengan “bukan siapa-siapa” hal ini membuktikan bahwa penulis dari blog tersebut adalah bukan dari kalangan ahli tafsir, pakar ilmu islam, cendekia muslim atau pun yang sejenisnya. Kalau saya perkirakan dari teman sejawatnya yang dibilang oleh dia dan penulis-penulis tersebut sebagai “pacar” saya melihat pacarnya adalah seorang yang biasa juga dan boleh dikata -maaf- tidak dapat menjabarkan apa ilmu islam tersebut secara menyeluruh. mereka hanya mengetahui islam secara umum dan paling mendasar saja.

yang paling berbahaya dari semua itu adalah ketika emosi mulai turun dari perut, untuk kemudian menuliskan di suatu tempat dimana tempat tersebut dapat dibaca oleh orang lain katakanlah sebuah blog. Mereka hanya mengandalkan pikiran mereka sendiri tanpa mengacu kepada alquran dan hadits. Jika ditanyakan kepada mereka apa hadits atau sejumlah kecil dari ayat alQuran yang membahas masalah tersebut? Mereka pasti tidak akan mengetahuinya. Karena mereka hanya menulis suatu artikel dengan memperturutkan hawa nafsunya saja.

Pernah saya lihat di widgets bar seorang blog ada iklan yang menuliskan: “Akhi, Jangan engkau berbicara jika engkau bukan ahli dalam ilmu Islam, Diam itu adalah emas” kurang lebih seperti itu tapi sedikit saya ingin tambahkan dari koment blog seseorang yang menurut saya bagus (maaf, saya lupa sumbernya) Emas itu tidak akan berkilau jika tidak dikilaukan, dengan kata lain bongkahan batu itu akan menjadi emas jika batu dilarutkan dan diendapkan selama bertahun-tahun dalam sekelompok butiran-butiran emas. Tidak perlu dijabarkan lagi, karena kalian sudah menangkap apa yg saya maksudkan.

Dari Judul besar diatas, tampak sekali jika orang tidak mengetahui, terlihat dari cara menulis dan cara menjawab pertanyaan dari seorang yang mengetahui.

Pesan saya, Jangan engkau menulis apa-apa yang engkau tidak ketahui, Didalam yang engkau tidak ketahui itu terdapat gejolak nafsu setan yang menyesatkan. Yang dapat merubah cara pandang dan cara berpikir seseorang untuk menjadi lain dari dirinya sendiri dan masyarakat lainnnya. Lain halnya dengan lupa atau khilaf yang jika di peringatkan oleh seseorang maka dia akan secara otomatis sadar terhadap apa yg telah dilakukannya.

note:
Ketika saya membaca postingan tersebut, saya hampir saja menahan tawa, karena kebodohan dari sang penulis itu sendiri terlebih ketika komen2 yang diberikan itu dijawabnya pula dengan pikiran bodohnya. Apa nggak malu kalau diri kita -otak dan pikiran kita- terlihat bodohnya dimata orang lain?? 😆 Apa tidak sebaiknya kita diam agar kebodohan kita hanya diketahui kita dan Tuhan saja yang tahu?

Saya juga sebagai manusia tidak luput dari rasa bodoh, tetapi saya menempatkan kebodohan saya itu hanya sebatas diri saya sendiri tidak untuk diperlihatkan kepada orang lain. Biarlah kebodohan dan kealfaan saya hanya Allah swt. saja yang mengetahuinya.

Untuk mengatasi rasa bodoh tersebut saat ini saya sedang belajar menjadi orang yang lebih pintar, lebih berguna, agar kelak saya menjadi orang yang tidak terlalu bodoh yang diketahui dan dibodoh-bodohi oleh banyak orang.

Mohon maaf, kepada postingan dan blog orang bodoh yang telah berani memuat dan menguak kebodohannya sendiri dikhalayak publik. Anehnya, kebodohannya itu terus diposting di seluruh kategori tulisannya hingga saat ini, dan komentar2 yang ada, masih ia jawab dengan pikiran bodohnya. Alangkah sedihnya orang bodoh, hanya karena ingin melihat traffic dari wordpress agar blognya lebih banyak dibaca orang dan lebih terkenal di antara blog lainnya.

Sengaja saya tidak mencantumkan link dan blog siapa. Karena itu akan membuka ‘aib sesama manusia dan sesama muslim (jika ia adalah muslim). Oh iya, mohon maaf ada sebagian kalimat dari referensi saya diatas tapi saya lupa dari mana sumbernya. Jika ada yang mengklaim ataupun mengetahui silahkan diberitahukan ke saya.

Ditulis dalam Opini Saya. 5 Comments »

5 Tanggapan to “Lebih Baik Diam!!!”

  1. Kopral Geddoe Says:

    Memangnya kenapa? Saya sendiri setiap hari melihat berbagai postingan yang saya anggap menyesatkan dan bertentangan dengan prinsip pribadi saya. Tapi menulis seperti itu ‘kan hak mereka. Siapa tahu mereka benar? 😉

  2. Kopral Geddoe Says:

    Btw, soal iklan a la ‘diam itu emas’, iklan ‘diam adalah hikmah’ di blog mas Joe itu bikinan saya, lho *pamer* 😆

  3. Zoe Says:

    oh, mungkin saya bisa belajar banyak dari ketabahan antum dalam menghadapi tulisan yg menyesatkan dan bertentangan dg diri kita. Terkadang saya suka tidak bisa menahan untuk memberikan komen dan membantah tulisan tersebut jika dimata saya ada dari kalimat tersebut yg keliru.

    Terima kasih telah memberitahukan kpd saya iklan dari referensi diatas. Ternyata antum yg buat iklan tersebut. Wah mesti banyak belajar nih..

  4. henri Says:

    sebenernya, orang lain nulis apa.. itu hak mereka, jika ada yang membaca dan tahu tulisan tersebut salah..syukur klo dia membenarkan kesalahan tersebut.
    oiya, heran, kenapa nyebut KAMU aja pake ANTUM segala. apa salahnya pake bahasa Indonesia? jangan pake bahasa arab satu dua kata hanya untuk gaya gaya an / riya, malah aneh. tak ada salahnya memakai bahasa Indonesia, tak dilarang kok dalam Al-Quran 🙂

  5. Zoe Says:

    oh, antum jangan heran. Sudah banyak koq hal seperti ini terjadi, lihat MTV Indonesia bahasanya campuran indonesia-inggris, di sinetron & acara tivi lain jg spt itu. Mungkin karena acara itu untuk remaja jadi kalau tidak gaya/riya malah terkesan ada yg kurang.
    Saya menggunakan ‘antum’ karena bahasanya lebih halus, lebih tenang, terkesan bersahabat dan tidak sok kenal.
    Memang tidak ada larangan dalam alQuran, saya jadi ingat: “sampaikanlah kepadamu walaupun hanya satu ayat” oiya satu lagi, “Bila engkau melihat kemungkaran hendaklah engkau mengubahnya dengan tangan jika tidak, dengan lisan jika tidak, dengan hatimu itulah selemah-lemah iman”.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: