Ospek yuk… ospek…

Ospek itu menyenangkan…

[introduction]

Ospek itu menyenangkan! buktikan sendiri!!!…

Orientasi Studi Pengenalan Kampus atau sering disebut dengan OSPEK adalah sesuatu yg lumrah terjadi pada anak-anak SMA yang telah lulus sekolah untuk kemudian melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, sebelum memasuki masa perkuliahan, kampus sering mengadakan kegiatan-kegiatan yang biasa disebut dengan pengenalan kampus mereka, jurusan mereka, kelas-kelas mereka, Himpunan dan UKM apa saja yang akan mereka pilih nanti setelah masuk menjadi bagian dari universitas tersebut.

Kadangkala, ada beberapa kampus yang membuat ospek jadi terlihat lebih menyeramkan dibandingkan kampus lainnya, seolah-olah hari-hari menjalani ospek adalah hari-hari yang menyakitkan, menyusahkan, menyebalkan dan menyedihkan. bahkan tidak jarang terjadi seperti saudara kita di IPDN. Masya Allah…

Hal itu tidak akan terjadi jika pihak kampus tidak turun tangan dalam menangani masalah ospek yang dilakukan oleh para seniornya, Hal-hal yang berbau kekerasan akan terjadi jika senior pendahulunya berbuat ulah yang tidak-tidak terhadap juniornya yang membuat junior ini akan melakukan pembalasan dendam terhadap junior baru tahun depan, ini akan berlanjut seperti lingkaran setan yang tidak akan putus jika tidak diputuskan sendiri oleh dewan kampus.

Ospek tidak terjadi pada anak SMA saja melainkan tingkat lulus SD pun sudah mengalami masa ospek cuma kalimatnya saja yang berbeda, masa sekolah bukan ospek namanya tetapi MOS atau Masa Orientasi Siswa.

[body]
Menurut gw, Ospek itu adalah hari yang sangat menyenangkan, entah bagaimana saya bisa menyebutkan kesenangan tersebut. Tetapi ada kesan tersendiri dalam menghadapi ospek dan masa-masa orientasi siswa. Dalam masa ospek tersebut kita dilatih bagaimana kita dapat bertindak cepat, kreatif, dan inovatif untuk membangun diri dan kepribadian kita agar lebih tangguh dalam menghadapi perkembangan zaman dan perkembangan pendidikan yang kian cepat.

Pada waktu saya mengikuti MOS ataupun ospek, saya sempat berpikir: “untuk apa sih acara macem beginian? tidak berguna, apa ini? masa saya disuruh memakai

rumbai-rumbai rok? terus bergaya seolah perempuan dihadapan kakak senior?” Saya enjoy aja mengikuti acara tersebut sampai hari terakhir, pada waktu perpisahan dengan kakak mentor saya sempat menangis lho, kapan acara ini akan diadakan lagi? kapan saya akan mendapatkan kesempatan seperti ini lagi? kapan? pas mencapai puncaknya ketika inaugurasi di JCC hari minggu, disitu kan ada cewek binus cantik banget yg jadi MC nyah, gw deketin ah… tapi ga bisa karena kita duduknya jauhan 😀 udah diatur kursinya gitu. Nah, pas ada lagu kebangsaan Indonesia Raya gw terharu. Apalagi yg Marsnya Bina Nusantara udah apal banget dah diluar kepala, la wong pas di ospek disuruh nyanyi keras banget berkali-kali ama kk senior, hahaha… apal deh, awalnya emang gw ga suka ama tuh mars BiNus, masih mendingan marsnya SMAN 85 (SMA gw tercinta) lama-lama, gw merasa enak juga nih lagu, ya udah enjoy lagi deh, gw nyanyinya disuruh tereak-tereak. yaa… ikutin ajah, ga ada ruginya kan? suara masih ada? badan masih lengkap, pengalaman bertambah iya toh? ;)) hahahaha..

Seiring berlalunya waktu, saya dapat menjawab satu-persatu dari pertanyaan tersebut, karena saat ini sayalah yang menjadi senior kelas mengurusi junior-junior calon UBiNus yang akan menjadi mahasiswa Indonesia yg kelak berguna buat bangsanya. Dari sejarah gw dipeloncoin ternyata membawa hikmah yaitu adanya saling kerjasama diantara binusian yg satu dengan binusian yg lain yg berbeda kelas dan jurusan, memiliki sifat persaudaraan sesama binusian yang ikut POM (eh, di binus bukan ospek namanya tapi POM-Pekan Orientasi Mahasiswa).

[manfaat]
Ga usah jelasin kali ya detailnya, yg penting enak deh, ga nyangka klo kita udah ngejalanin semua ospek yg ada di kampus kita, kita pasti akan inget selamanya (selama kita masih memiliki ingatan tentunya) weh, ;)) pokoknya ga ada ruginya kita ikut ospek selama ospek tersebut terlihat aman dan nyaman dimata kita, dilihat dari kitanya juga kita juga harus menikmati ospek ituh hehehe… yaa.. mesti sakit dikit ga papalah tapi jangan ampe yg nggak-nggak lho wahahaha… (apaan se?)

Ternyata yg ga ikut POM ada banyak kendala saat ia memasuki perkuliahan, contohnya:

  1. serahin poto buat KMK selama kita kuliah disitu, yg ga nyerahin, serahin poto sendiri ke akademis tiap semester.
  2. Sertifikat POM Binusian buat daftar menjadi mentor kelas atau yg berhubungan dengan kegiatan POM, yg ga ikut otomatis ga dapet sertifikat dan ga bisa jadi mentor dan sejenisnya.
  3. biasanya menyendiri ketika masuk pada semester awal karena ketika itu yg tidak ikut POM tidak mengenal satu sama lain sedangkan yg ikut sudah saling kenal sebelum perkuliahan dimulai.
  4. Metode belajar kadang terlambat mengetahui informasi, karena di sini ada yg namanya binusmaya dan registrasi online sehingga yg tidak ikut tidak dapat mendengarkan apa fungsi dari masing2 alat tersebut.
  5. kelas, jurusan, ukm, nama2 gedung, lokasi dan fungsi kadang terlambat mengetahui.
  6. mendapatkan pengalaman berharga ketika kita ikut ospek, karena kapan lagi kita dapet ospek universitas dimasa muda ini? huahahahaha…
  7. Pokoknya sik.asik ikut ospek..

[Persepsi]
Ada banyak diluar sana yg menginginkan ospek itu dibubarkan dari kampus Indonesia, karena masalah Kekerasan yg dialami oleh praja senior kita. Malah ada yg bilang tidak masuk ospek aman 100%. saya tidak tahu ya, bagaimana ospek di kampus tersebut apakah mengerikan? mencekam? atau melain-lain… Akibatnya, Kampus BiNus kena dampaknya,

saya atau kami angkatan 2005 BiNusian 2009 adalah angkatan terakhir yang mengikuti kegiatan Ospek secara menyehatkan, mengejutkan, menggembirakan, sekaligus melelahkan. Bayangkan, selama 1 minggu saya tidak tidur 6 jam tetapi hanya tidur selama 2-3,5 jam saja. Kenapa?? karena tugas yg diberikan oleh senior saya sungguh melelahkan yang tidak mampu dikerjakan secara santai-santai, melainkan secara cepat. Sampai pernah di gelombang saya mendapat remisi 1 hari libur karena apa ya? lupa saya 😕 Mentor saya juga bilang, gelombang kamu beruntung, karena gelombang2 sebelumnya tidak pernah ada hari libur nah, ini kesempatan kalian untuk menyelesaikan tugas2 dari senior. akhirnya kita bertemulah satu kelas di depan ATM untuk menyelesaikan tugas beramai-ramai, (waktu itu tugas apa ya? lupa lagi deh 😀 ) Tidur dikelas pun tidak bisa, takut sama OK (Operasional Kelas yg sewaktu-waktu datang gedor2 pintu)

Bete, Jenuh, Membosankan, itulah sepenggal kalimat yg meluncur di mulut binusian 2010 angkatan dibawah saya selama mengikuti POM, karena mereka hanya duduk manis dikelas mendengarkan ceramah dari mentor, membuat yel-yel lagu kelas untuk dipertandingkan dg kelas lain. Idenya sepertinya sama, tetapi caranya saja yg berbeda yaitu tempat dan kegiatan POM dilakukan dikelas untuk binusian 2010 dst, yang lebih parah adalah jam ospek masuk pagi bisa sekitar jam 8am hingga 9am. ampun dah, ga tau deh apa maunya tuh binusian.. jaman gw aja paling telat jam 6.45am, masuk udah harus jam 7teng.

Dalem hati gw, gw pikir mendinga ospek di jaman gw dulu, masih ada maen2nya di luaran ga melulu di kelas ‘cengo’ ngeliatain dosen, kk mentor, kk kelas ceramah wuah… gw udah ngebayangin betapa betenya gw klo saat ini gw yg harus ospek kayak gituh, bagusnya gw jadi penolong <jieee… > maksudnya gw yg nganterin mereka2 itu pada keluar klo udah waktunya keluar disaat-saat lima waktu, jadi gw waktu itu minta pendapat dari mereka, gimana pendapat kalian tentang kami? and mereka menjawab: “gw nungguin orang yg ngajakin keluar supaya bisa bebas dari ini semua, bete didalem mulu” Gitu katanya.

Jadi, ikut ospek??… siapa takut??… ayo ajaa… Enjoy aja lagi…

Iklan

6 Tanggapan to “Ospek yuk… ospek…”

  1. zulu Says:

    Ospek adalah hal mubazir.

    Gue dulu panitia ospek waktu SMA dan kuliah, it was very fun back then, tapi sampai hari ini gue masih menyesal. Tidak ada yang sampai luka fisik memang, tapi gue nyesal karena acara ospek selalu mempermalukan siswa baru dan membuang2 waktu mereka.

    Terlalu banyak hal tolol yang dicari pembenarannya atas nama tradisi, pengenalan siswa pada kehidupan kampus dan demi pergaulan dan kekompakan dalam angkatan.

    Ospek hanyalah pembenaran dari nafsu menguasai orang lain, aktualisasi diri senior, tindakan represif warisan budaya militerisme dari orde baru dan pemerintah kolonial.

    Sepuluh tahun hidup di dunia kerja, ternyata ada banyak cara lain yang jauh dari represif untuk orientasi siswa. Grup mentoring, acara2 ikatan mahasiswa, outbound-style events.

    Kalau lu nanti punya kuasa, jadi ketua BEM atau Senat Mahasiswa atau apapun, hilangkanlah ospek.

  2. Neezar Says:

    Sebenarnya ospek sendiri sudah menyimpang dari arti sebenarnya, yaitu mengenalkan lingkungan kampus pada maba.

    Beberapa PT sudah mulai mengonsep ulang kegiatan ospek. Di PT saya sendiri, ospek benar-benar digunakan untuk mengenalkan lingkungan kampus pada maba. Tetap ada tugas yang bejibun, yang bertujuan untuk mempererat keakraban antar maba. Setelah hidup 2 tahun dilingkungan kampus, efek dari ospek itu baru terasa.

    Jadi, menurut ospek harus dikembalikan ke tujuan awal, yaitu memperkenalkan lingkungan kampus pada maba bukan untuk memuaskan rasa egois para senior untuk berkuasa.

  3. Zoe Says:

    @zulu
    Hehehe.. udah pernah ngerasain meloncoin anak2 baru ya pak, hmm.. emang enak sih, bego-begoin orang yang kita merasa diri kita berada diatas kita, nyuruh yang nggak-nggak. Ngomel2 depan kelas, hehehe..

    Memang, semua yang kita lakukan harus ada dan membawa hikmah di kemudian hari untuk apa-apa yang telah kita perbuat. Alhamdulillah, selama saya menjalani POM, awalnya memang takut, bukan takut knapa, takut nggak bisa ngejalanin tugas2 yang dikasih sama senior. Kalo diomelin udah biasa, kalo digebug itu gak mungkin (emang IPDN? hehehe..) takut sama pertanggungjawaban tugas2 kita, nanti kita diapain nih, udah gitu doang. Kalo pun akhirnya diomelin ya.. saya diem aja, masa mau ngikut ngomelin? ngeri juga, disana banyak senior yg ngawasin temen2nya. Akhirnya terpaksalah diem, nurut ‘n jawab omelan2nya.

    Oh, kemarin dosen pernah bilang: “Saya jadi pengen OSPEK lagi, masih ingat saya dulu ketika diospek, menyenangkan sekali. Sekarang sudah tidak ada lagi ospek yang ada hanya mentor2 sederhana”. Padahal dosen itu sudah sekitar 40 tahunan (cukup tua dimata saya :D) tapi masih ingin merasakan diospek (bukan ngospekin orang lho).

    Saran Bapak akan kami tampung untuk kemajuan Universitas di Indonesia. Sepertinya untuk beberapa tahun ini ospek memang dihilangkan di Universitas kami entah itu nanti akan berubah atau tidak. Kami akan mempertimbangkan kelanjutannya.

    Terima kasih karena telah sudi untuk ikut menyumbang saran.

    @Neezar
    Kampus yang melakukan ospek dengan kekerasan adalah ulah mahasiswanya sendiri yang mengabaikan peraturan2 yang telah dikeluarkan oleh kampus. Sehingga, kampus tersebut tercoreng karena ulah mahasiswa yang tidak menuruti aturan kampus. Para senior merasa berkuasa sepenuhnya terhadap ‘hidup-mati’ maba sehingga ia berhak melakukan apapun terhadap maba yang seharusnya tidak boleh dilakukan.

    Tidak sedikit kampus yang melakukan ospek memang bertujuan mengenalkan kampus mereka. Ibarat nila setitik rusak susu sebelanga. IPDN contohnya, berita-berita mengenaskan seputar ospek yang dilakukan oleh mahasiswanya menyebabkan masyarakat takut kalau-kalau anak mereka yang dititipkan di kampus tersebut menjalankan ospek seperti di IPDN. Padahal niat kampus tersebut baik, mengenalkan kampus mereka kepada mahasiswa baru, dan kampus biasanya sudah memberikan peraturan agar ospek dilakukan dengan begini-begitu dan bukan secara membabi-buta.

    Akibat ketidaktahuan masyarakat akan hal tersebut maka, mayoritas masyarakat menginginkan agar ospek dibubarkan dari seluruh kampus di Indonesia. Universitas-universitas yang tahu akan rumor yang beredar di masyarakat buru-buru meniadakan/mengubah cara dan pola dari kegiatan ospek dari yang seharusnya mengenalkan menjadi kegiatan mentoring sederhana yang diadakan di kelas, seperti mengikuti perkuliahan biasa, dan itu akan membuat bosan mahasiswa baru.

    Saya setuju dengan pendapat Anda tentang ospek yang harus dikembalikan ke tujuan yang sebenarnya. Tidak perlu sampai berantem atau yang lainnya yang mengakibatkan cedera maba. Tetapi libatkanlah kontak fisik lain yang berguna. Sehingga ketika mereka usai menjalankan ospek, mereka akan tahu dan mengerti arti dari semua yang telah mereka jalankan selama ospek. Dan bahkan ingatan itu akan terus melekat sampai ia kerja nanti. Memang, ketika ospek dilaksanakan maba tidak tahu apa arti dari semua yang ia kerjakan. Tetapi arti itu akan dengan sendirinya mengerti apa yang telah ia kerjakan selama ospek.

  4. shedtya Says:

    hehe,,, 2008 wow,, tahun in isaya yang ngalamin hehe,,, apa anda mentorin saya 😀 thanx infonya

  5. jureyimnida Says:

    kalo yang masuk pas 2009 gmana????Berapa lama???
    Kira2 sama kyk yang sebelumnya yang di kelas aja..???

    Saya:
    Kalo diliat dari ospek eh pom yang kmaren sih sama aja ‘n kemungkinan itu untuk 2009 bakal sama juga spt tahun2 lalu. tapi tidak tau klo ada perubahan ato nggak.

  6. Gaptek Says:

    Menurutku ospek gak terlalu penting,,, !

    tapi tergantung panitianya juga,,, kalau panitianya tujuannya baik pasti osfeknya akan bermanfaat, tapi kalau panitianya niatnya cuman rame2, bakalan gak bermanfaat tuh ospek,,,

    salam kenal ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: