Flock Plugins for Linux

Oke, jadi kan skrg gw lagi pake flock buat browsing2 di linux. nah, ceritanya mau liat vidio di yutube, eh nggak jalan katanya flash player nggak ke install. suruh klik buat singkron donlod otomatik. tapi katanya not found. ‘n hasilnya suru donlod sndiri. Keki jg ahirnya. padahal di FF3.5 rebes2 aje tuh smua plugin ada! knapa di flock nggak ada??

Penyebabnya karena flock nggak ngedetek scara otomatis plugin yg ada di sistem file linux kita. cara mengatasinya harus pake link to object linking. jadi file sistem flash ngga harus di copy to plugins, tapi cukup di link. nih saya kasih tutorial selengkapnya:


I don’t know which directories flock checks, but it does check its own plugin directory. A quck and dirty way to get all the plugins linked is to link them yourself. First open a terminal and switch to your flock directory. I extracted flock in a directory called “bin” in my home directory. Then create symbolic links to all of the mozilla plugins directory in /usr/lib/mozilla/plugins.

For those who aren’t familliar with a terminal window, just type (or copy and paste) the stuff after the dollar sign in the lines below:

tom@home:~/bin$ cd flock
tom@home:~/bin/flock$ ln -s /usr/lib/mozilla/plugins/* plugins/



Sampe disini jelas kan? jadi tinggal ketik aja di terminal kalimat2 yg di tulis merah.

Blogged with the Flock Browser

Anak kecil yang takut api neraka

Dalam sebuah riwayat menyatakan bahwa ada seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai, sedang dia berjalan-jalan dia melihat seorang anak kecil sedang mengambil air wudhu sambil menangis.

dia pun berkata, “Wahai anak kecil kenapa kamu menangis?”

Maka berkata anak kecil itu, “Wahai paman saya telah membaca ayat al-Qur’an hingga sampai kepada ayat yang berbunyi, “Yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum” yang artinya, “ Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu.” Saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka.”

Berkata orang tua itu, “Wahai nak, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalam api neraka.”

Berkata anak kecil itu, “Wahai paman, paman adalah orang yang berakal, tidakkah paman lihat kalau orang menyalakan api maka yang pertama sekali yang mereka akan letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu kemudian baru mereka letakkan yang besar. Jadi tentulah saya yang kecil ini akan dibakar dahulu sebelum dibakar orang dewasa.”

Berkata orang tua itu, sambil menangis, “Sesungguh anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang yang dewasa maka bagaimanakah keadaan kami nanti?”


( sungguh, cerita pendek yang membuatku kembali berpikir akan nikmatnya dunia 
)

Blogged with the Flock Browser
Ditulis dalam Kehidupan. Kaitkata: , , , . 2 Komentar »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.