Kayanya semakin banyak yah?
Gimana jadinya ya?
Kalo profesi emang bisa dobel yah?
Terus kalo dobel apa kepegang tuh 2-dua nya?
Terus kalo jadi anggota DPR siapa yg menasihati ummat?
Apa tugas DPR dan ceramah dapat dilakukan secara bersamaan?
Padahal, anggota DPR sudah punya jam kerja dan tugas2 yang telah diberikan untuk mensejahterakan rakyat serta gaji yang tentunya lumayan untuk ukuran manusia.
Jadi Ulama sajalah atau Jadi Politikus sekalian.
Nggak usahlah Ulama mau ikut2an jadi politik apalagi artis.
Apa karena hanya sekedar ikut2an?
ingin memperoleh masa depan yang lebih baik?
Mencoba peruntungan dari ketenaran sebagai seorang Ustadz?
Lalu mengambil keuntungan?
Atau ingin beralih profesi sebagai politikus??
Kira-kira apa yang ada didalam benak mereka ya?
Siapa tahu? Adakah yang tahu?










Februari 23, 2009 pukul 4:52 pm
asalkan USTAD bukan UruSan barang murTAD, pasti bisa melakukan perbaikan.
Februari 27, 2009 pukul 7:37 pm
he he he ada ada nie bro
tp d daerahku di kediri banyak juga tuch yang mencalonkan jgagagagagagagag
d daerahku malah banyak banget kyai gede yang photonya di pajang pinggir jalan he he he
thanks ya dah mo berkunjung k mig33net
salam kenal from hacker-bikers
April 23, 2009 pukul 11:29 pm
hidup adalah pilihan, termasuk mau jadi ustad atau anggota DPR
Juni 8, 2009 pukul 7:28 pm
Susah juga ya bos…Kala Ustadz harus berpolitik gimana jadinya. Tapi, ada juga nampaknya yang bisa tuh…macam ustadz2 dari partai islam…entah berhasil atau tidak?
Juni 10, 2009 pukul 11:38 am
Ane ada cerita nih…
Ada tuh, ustadzah yg sering ngajar ditempat nenek ane. Entah karena apa, itu ustadz nyalonin jadi anggota legislatif. Jemaah pengajian itu tau klo itu ustadz pengen jadi calonn karena setiap ada kesempatan, dia promosi untuk nyuruh milih dia dalam pemilu legislatif. Bagusnya itu ibu2 tau mereka nggak kehilangan akal. Mereka mikir: “kalo ustadzah jadi anggota legislatif terus siapa yg ngajarin kita? yg ngebimbing kita siapa?, kita mau nanya2 sama siapa??……..” Karena blom pada tau penggantinya siapa yg cocok seterusnya. ibu2 pada bingung, masa jadi nggak ada pengajian gara2 ustadz kita naek jabatan?.
Ane denger ky gitu langsung sadar… kenapa? kenapa bisa begini??
Apa yg ada dalam benak ustadz2 itu hingga ia berani meninggalkan ummatnya?
Apa mereka tidak sadar, kalo disekelilingnya masih banyak yg membutuhkan nasihat2nya? ilmu2nya? petuah2nya??
Lalu mau dikemanain moral anak2 kita, remaja2 kita, ibu2 – bapak2 kita??……….