Masya Allah… Lahaula wala quwwata illa billah… Saudaraku.. apa yang terjadi denganmu?? Apakah kenikmatan dunia telah membutakan mata dan hatimu?? Apakah hanya dengan secangkir teh engkau mudah luluh menjual agamamu?? Katakan tidak!! Saudaraku.. katakan TIDAK!!!. Buktikan bahwa engkau adalah Betawi asli yang pantang menyerah, buktikan bahwa engkau Betawi yang cinta akan agamamu dan tidak akan pernah meninggalkan agamamu barang sedetikpun!, buktikan bahwa engkau masih memiliki Islam didadamu!! Buktikan Saudaraku… buktikan!!!.
Oleh : Fakta 02 Jul, 04 – 5:14 pm
Baca juga : BU HAJI di GEREJA
Masih ingat heboh penayangan Misa Natal di Kampung Sawah oleh SCTV 25 Desember beberapa tahun lalu ?” Jemaat gerejanya berpeci dan kerudung, atribut yang identik dengan ummat Islam. Kalangan Kristen sedang membangun kesan bahwa masyarakat Betawi identik dengan Kristen” Untuk menguak realitas sesungguhnya, Sahid menurunkan wartawannya ke ujung timur Jakarta itu.
[image]
Boleh percaya boleh tidak, tapi inilah yang terjadi di sebuah kampung Betawi di dekat perbatasan Jabar-Jakarta. Ketika mentari belum lagi mengintip, jalan selebar dua mobil itu telah ramai oleh suara sepatu yang mengalir dari gang-gang kecil. Selain tawa dan obrolan kecil, aroma parfum yang menebar pun turut mewarnai pagi buta itu. Sesekali deru mesin mobil dan motor memecah dari dua arah berlawanan.
Semuanya menuju ke satu tempat: GEREJA.
Menjelang terang, jalan kampung yang beraspal kelas empat itu penuh dengan kendaraan pribadi. Selanjutnya menggema kidung pujian ke segala penjuru. Ketika senja ditelan cakrawala, tak ada tanda-tanda aktivitas di gereja itu akan berhenti. Bahkan ketika malam tiba lampu-lampu di gedung itu tak juga dipadamkan. Esok paginya aktivitas serupa berlangsung lagi.
Tak heran jika setiap hari selalu terlihat kendaraan mewah keluar masuk kampung itu. Tentu saja bukan sekadar untuk mencari jalan alternatif dari kemacetan, sebab banyak bagian jalan-jalan di kampung itu telah rusak dan berlubang. Apalagi saat musim hujan, becek.
Tidak cukup di gereja, pada malam tertentu acara berlangsung juga ke rumah penduduk. “Siapa yang sering absen ke gereja dikontrol lewat acara itu,” papar Mela yang baru menyadari keadaan kampungnya setelah ia bersekolah di luar Kampung Sawah. Walhasil kampung yang ada di pelosok itu ramai dengan berbagai kegiatan Kristen.
Sebenarnya Baca entri selengkapnya »









